Seputar Peradilan

Rawat Keharmonisan, Keluarga Besar Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Gelar Acara Buka Bersama di Musholla Baiturrahman

WhatsApp Image 2019 05 10 at 17.24.33

Jayapura-Pengadilan Tinggi Agama Jayapura menggelar acara tausyiah Ramadhan dan sekaligus buka puasa bersama di musholla Baiturrahman Pengadilan Tinggi Agama Jayapura, Kamis (9/5/2019). Kegiatan ini dihadiri oleh keluarga besar PTA Jayapura yang terdiri dari unsur pimpinan, pejabat struktural dan fungsional serta karyawan dan karyawati di lingkungan PTA Jayapura. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh segenap tamu undangan dari PA Jayapura, Sentani, Arso serta Tim Satgas Mahkamah Agung dan seluruh Sekretaris Pengadilan Agama se Papua dan Papua Barat yang kebetulan sedang melangsungkan kegiatan revaluasi BMN atas rekomendasi BPK di PTA Jayapura.

Dalam sambutannya, Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura menyampaikan bahwa kegiatan ini selain untuk meramaikan suasana pada bulan suci Ramadhan juga dimaksudkan untuk memupuk kebersamaan dan keharmonisan antar warga peradilan di lingkungan PTA Jayapura, ungkapnya.

Sementara itu yang bertindak sebagai penceramah dalam acara tausyiah tersebut adalah Hakim Tinggi Drs. Ilham Abdullah, S.H., M.Kn. dalam tausyiahnya beliau mengatakan bahwa di atas langit masih ada langit, ketika ada orang yang memiliki ilmu pengetahuan begitu luas di suatu tempat, maka pasti ada orang lain yang lebih luas dan dalam ilmu pengetahuannya di tempat lain, begitu terus menerus hingga berhenti pada Sang Pemilik Ilmu, yaitu al-Aliim.

WhatsApp Image 2019 05 10 at 17.24.35

Dalam tausyiah tersebut, penceramah mengisahkan kisah Nabi Musa as dengan Nabi Khidir as yang diabadikan dalam Al-Qur'an. Betapa Nabi Musa as, yang merasa dirinya paling pintar di antara kaumnya, ditegur oleh Allah dengan cara dipertemukan dengan Nabi Khidir as. Dan ternyata, Nabi Musa as, tidak dapat mengikuti jalan pikiran Nabi Khidir as. Sampai akhirnya Nabi Khidir as sendiri memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan bersama Nabi Musa as, kemudian menjelaskan semua peristiwa yang dilaluinya bersama. Dari gambaran tersebut dapat disimpulkan bahwa kesombogan adalah perbuatan yang sia-sia dan pasti akan berakhir dengan penyesalan.

Kegiatan ini ditutup dengan santap buka puasa bersama dan kemudian dilanjutkan sholat magrib, isya’ dan tarawih secara berjama’ah. (ysrn).

WhatsApp Image 2019 05 10 at 17.24.36