• Senin, 23/10/2017

Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Mulai Tancap Gas


PENGADILAN TINGGI AGAMA JAYAPURA MULAI TANCAP GAS

 

Jayapura│pta-jayapura.go.id

Senin 29 Agustus 2016 KPTA Jayapura Dr. H. Mawardy Aminen, SH., MH. melantik dua pejabat eselon II, Drs. H. Muhammad Sidiq, MH. dan dan Abdul Muthalib, S.Ag., SH. masing-masing sebagai Panitera dan Sekretaris PTA Jayapura. Acara pelantikan dilaksanakan di aula Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dengan dihadiri para tamu undangan Ketua Pengadilan Tinggi Jayapura, Hakim Tinggi PTA Jayapura, para ketua, Wakil Ketua, Hakim, Panitera, Sekretaris Pengadilan Agama Se- Wilayah Hukum PTA Jayapura, dan para ketua dari empat lingkungan peradilan. Dilantiknya M. Sidiq sebagai Panitera PTA Jayapura menjadi lengkaplah jabatan di PTA Jayapura. Hal ini dikarenakan Misnudin yang semula menjabat sebagai Panitera/Sekretaris memilih menjadi Sekretaris sehingga jabatan Panitera kosong. Lengkapnya pejabat PTA Jayapura semakin mendorong percepatan perubahan yang dicanangkan oleh pimpinan PTA Jayapura. Usai acara pelantikan, siang harinya dilanjutkan dengan Sosialisasi PERMA Nomor 7, 8, dan 9 tahun 2016 dan pembinaan teknis dan administrasi yustisial serta kesekretariatan yang menurut rencana berlangsung hingga Selasa 30 Agustus 2016. Dalam acara ini juga diadakan pengantar tugas Sekretaris lama Misnudin SH, MH yang mutasi sebagai Sekretaris PTA Mataram.

Duet pimpinan PTA Jayapura Dr. H. Mawardy Aminen, SH., MH.  dan Drs. H. Firdaus Muhammad Arwan, SH.,MH. selaku KPTA dan WKPTA sangat kompak dan sinergis. Sejak dilantiknya Firdaus M. Arwan sebagai WKPTA pada akhir Maret 2016, Mawardy Amien tidak sendiri lagi memimpin peradilan agama Wilayah Jayapura. Meskipun baru beberapa bulan bersama-sama memimpin, namun sudah banyak perubahan yang dilakukan baik di bidang manajemen maupun pengembangan wawasan keilmuan terutama hukum acara. Mawardy Amien yang bertekad ingin menghadirkan suatau perubahan dengan tatanan kerja yang perfect mendapakan partner kerja yang padu untuk mewujudkan impian dalam menjadikan peradilan agama di wilayah Jayapura kompeitif  dengan peradilan di wilayah lain. Gagasan-gagasan Mawardy Amien yang belum terealisasikan mendapat tambahan energi dengan kehadiran Wakil yang cukup gesit dan energik.

Firdaus Muhammad Arwan mantan Hakim Tinggi Yogyakarta yang kali pertama  bertugas di Wilayah Papua merasa tertantang dengan kondisi Papua yang secara geografis kurang mendukung untuk melakukan pembinaan ke pengadilan-pengadilan agama. Letak antara pengadilan tinggi agama dengan pengadilan agama sangat jauh dan hampir semuanya mesti ditempuh melalui udara menjadi kendala dalam mewujudkan tekad tersebut. Dari 13 pengadilan agama, hanya tiga pengadilan agama terdekat dengan PTA yang bisa ditempuh melalui darat. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi setiap pimpinan PTA Jayapura. Berbeda dengan kondisi di PTA lain seperti di Yogyakarta yang letak pengadilan agama satu dengan pengadilan agama berdekatan sehingga mudah untuk melakukan pembinaan secara bersama-sama, ungkap Firdaus.

Hikmah di balik sulitnya menjangkau pengadilan agama memunculkan ide yang cerdas. Di antara ide yang dimunculkan adalah diselenggarakannya pembinaan secara online yang digagas oleh Firdaus dengan dibantu para Hakim Tinggi. WKPTA yang juga mantan Hakim Tinggi PTA Pontianak dan PTA Jambi ini mengatakan tidak ada alasan untuk diam apalagi menyerah hanya karena kendala sarana dan prasarana. Ayah dua anak ini menegaskan, banyak cara yang bisa dilakukan tanpa harus keluar biaya, bisa melalui website, email atau aplikasi Whats App (WA). Itu semua telah dibuktikan Firdaus sejak beberapa bulan lalu.

Melalui website PTA Jayapura, beberapa materi pembinaan telah diupload untuk dijadikan rujukan bagi hakim-hakim PA, begitu juga memalui email. Program terbarunya adalah dimunculkannya forum diskusi hakim melalu Whats App. Para hakim diberikan kebebasan menyampaikan permasalahan dan bebas pula memberikan tanggapan, dan pemecahan permasalahan oleh Firdaus dibantu para hakim Tinggi. Menurut WKPTA Jayapura forum diskusi ini selain sebagai ajang silaturrahim, terkandung maksud utama agar para hakim akrab dengan buku dan terbiasa berdiskusi, dan juga untuk mengetahui tingkat pemahaman dan keluasan ilmu para hakim baik hukum acara maupun hukum materiil sehingga bisa dijadikan bahan pembinaan yang tepat. Program ini mendapat restu dari KPTA Jayapura yang memang sejak dahulu mendambakan perubahan. Bravo Pak Mawardy dan Pak Firdaus, semoga sukes. ( adm/ptajpr )

Share Pengadilan Tinggi Agama Jayapura Mulai Tancap Gas via
©2017 - 2018 pta-jayapura.go.id, All Rights Reserved